Selamat Datang di Dini's Corner, Blog yang dibuat oleh orang yang maniak dengan petualangan. Just enjoy my posting! Check it Out ! | Dini's Corner

.

Powered by Blogger.

FT (Five Treasure) Island Logo
RSS

Kata Orang Gunung Rinjani Itu...










Puncak gunung Rinjani diyakini oleh masyarakat Lombok sebagai tempat yang disucikan, dan danau Segara Anak-nya dijaga oleh Dewi Anjani. Kita jadi berpikir, apa sih yang membuat Rinjani menjadi sebegitu pentingnya sehingga dilindungi baik oleh manusia dan dewa? Jawabannya adalah: mahakarya panoramanya. Kealamian yang dimiliki gunung yang menjadi latar belakang utama pemandangan Lombok utara ini memang sangat layak untuk dijaga dan dinikmati. Oleh Dewi Anjani dan oleh kita semua.




















Gunung Rinjani memiliki lima rute pendakian, masing-masing memiliki keindahan visual dan tingkat kesulitannya sendiri-sendiri. Mari kita bandingkan dua rute yang paling banyak dilewati oleh pendaki: rute Senaru dan dan rute Sembalun Lawang. Rute dari desa Senaru berbentuk tanjakan yang tiada henti. Tetapi sepanjang perjalanan, kita akan dilingkupi oleh pepohonan yang hijau. Saat sudah melewati kawasan perhutanan dan memasuki area puncak gunung, lihatlah ke belakang dan kita akan melihat hamparan pohon yang bergerak-gerak lembut tertiup angin. Walaupun menanjak, rute Senaru adalah rute yang paling dekat dengan puncak Rinjani.
























Sembalun Lawang adalah rute yang paling banyak diambil pendaki pemula karena konturnya yang lebih datar. Perjalanan ini akan membawa kita mengarungi padang rumput sabana luas dengan hutan-hutan pinus. Kita lebih leluasa melihat Lombok dari ketinggian karena tidak tertutupi pepohonan. Kesulitan biasanya mulai dirasakan saat mulai meniti bagian bibir kawah gunung Plawangan Sembalun, tapi ini sebenarnya pertanda bahwa kita akan segera dibayar oleh pemandangan puncak Rinjani. (Puncak gunung Plawangan Sembalun ini mengantarkan kita ke bahu gunung Rinjani. Untuk mencapai puncak Rinjani, tinggal mengambil jalan lurus selama 3-4 jam.)



























Momentum summit attack (3.726 meter dpl) Rinjani umumnya dilakukan di waktu dini hari agar ketika sampai bertepatan dengan terbitnya matahari. Setelah melihat matahari terbit, mata kita akan kembali dihibur ketika kawah Segara Muncar sedikit demi sedikit diterangi oleh matahari. Seakan-akan tiap keindahan disajikan dengan timing-nya sendiri-sendiri.










Tapi keindahan gunung tertinggi ketiga di Indonesia itu belum berakhir (oh, jauh sekali dari berakhir). Setelah kita kembali dari puncak Sembalun, ambil jalur ke kanan dan kita akan sampai di reward terbesar para pendaki Rinjani, danau Segara Anak.





















Dari atas, Segara Anakan terlihat menyerupai laut. Warnanya biru sekali. Segara Anakan membentang dengan luas sekitar 11.000.000 meter persegi. Air mengalir dari danau sedalam 230 meter ini, membentuk sebuah air terjun pada jurang yang curam. Kadang, bau dupa atau kembang sesaji yang diletakkan oleh masyarakat beragama Hindu akan tertangkap hidung kita, membuat suasana menjadi terasa lebih spiritual.










Kalau bisa berkemah di tepian danau, asyik sekali. Di sini pendaki bisa memancing ikan mas dan mujair, dan berendam air panas. Konon, air Danau Segara Anak yang mengandung belerang ini dapat menyembuhkan penyakit kulit, rematik dan penyakit lainnya.





















Pada tahun 1944, Dewi Anjani sepertinya ingin menambahkan sesuatu yang baru di Segara Anak. Maka, terjadilah letusan yang melahirkan gunung Baru (atau Barujari) di pinggir danau. Gunung Barujari yang memiliki kawah seluas 34.000 m persegi ini bisa menjadi alternatif bagi kamu yang masih belum puas hiking, tapi sudah terlalu lelah untuk mendaki puncak Rinjani. Sebagai catatan, gunung Barujari pernah meletus pada tahun 2009 dan 2004. Jadi, jangan lupa untuk mencari tahu status gunung ini dari para penjaga, ya.










Lalu yang pasti tidak akan mungkin kelewatan dalam perjalanan ”menaklukan” Rinjani adalah keindahan danau Segara Anakan.





















Di Taman Nasional Gunung Rinjani juga terdapat 3 gua yang terkenal yaitu Gua Susu, Gua Payung, dan Gua Manik. Yang paling menarik adalah gua Susu, yang dikenal dapat menjadi media bercermin diri, sering di gunakan sebagai tempat bermeditasi. Menurut kepercayaan setempat, orang-orang yang berhati dengki akan mendapat kesulitan untuk memasuki gua. Lubangnya memang sempit. Namun sebaliknya, orang orang yang berhati mulia, bersih lahir batin akan dapat masuk sana. Percaya atau tidak, silakan dicoba Yang jelas dalam Gua Susu, suhu cukup panas dan berasap sehingga dikatakan cocok untuk menyembuhkan segala macam penyakit di badan.










Itu tadi adalah tulisan sesorang yang sudah pernah mendaki Gunung Rinjani. Membaca cerita saja sudah membuat tertarik untuk menikmati keindahan gunung ini. I believe that, suatu hari nanti kau akan menaklukan puncaknya dan akan bisa menuliskan sendiri ceritaku di salah satu puncak tertinggi di Indonesia itu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lucky - Jason Mraz (feat. Colbie Caillat)




Do you hear me, (Apakah kamu mendengarku ?)
I'm talking to you (Aku bicara padamu)
Across the water across the deep blue ocean  (Disebrang air, disebrang samudra yang dalam)
Under the open sky, oh my, baby I'm trying (di bawah langit terbuka, oh sayanngku, aku mencobanya)
Boy I hear you in my dreams (Sayangku, aku mendengarmu di mimpiku)
I feel your whisper across the seaI keep you with me in my heart (Aku mendengar bisikanmu disebrang seal. membuatmu bersamaku di hatiku)
You make it easier when life gets hard (Kamu membuat itu mudah ketika hidup menjadi sulit)
I'm lucky I'm in love with my best friend (Aku beruntung jatuh cinta dengan sahabatku)
Lucky to have been where I have been (Beruntung bisa berada di tempat aku berada)
Lucky to be coming home again (Beruntung bisa kembali pulang ke rumah lagi)
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh


They don't know how long it takes (Mereka tidak tau berapa lama waktu yang dibutuhkan)
Waiting for a love like this (Menunggu cinta yang seperti ini)
Every time we say goodbye (Setiap kali kita mengucapkan selamat tinggal)
I wish we had one more kiss (Aku berharap kita mempunyai satu ciuman lagi)
I'll wait for you I promise you, I will (Aku akan menunggumu, Aku janji kepadamu, Aku akan melakukannya)


I'm lucky I'm in love with my best friend (Aku beruntung jatuh cinta dengan sahabatku)
Lucky to have been where I have been (Beruntung bisa berada di tempat aku berada)
Lucky to be coming home again (beruntung bisa pulang ke rumah lagi)
Lucky we're in love every way (beruntung kita jatuh cinta di segala hal)
Lucky to have stayed where we have stayed (Beruntung bisa tinggal dimana kita tinggal)
Lucky to be coming home someday (Beruntung bisa pulang suatu hari nanti)

And so I'm sailing through the sea (Dan aku berlayar mengarungi laut)
To an island where we'll meet (ke suatu pulau dimana kita akan bertemu)
You'll hear the music fill the air (Kamu akan mendengar musik yang berkumandang)
I'll put a flower in your hair  (aku akan menyelipkan bunga di rambutmu)
Though the breezes through trees (Walaupun angin menerobos pepohonan)
Move so pretty you're all I see (Gerakkan yang sangat cantik, kamu adalah semuanya yang aku lihat)
As the world keeps spinning round (Ketika dunia terus berputar)
You hold me right here right now (Kamu menggandengku seperti saat ini)
I'm lucky I'm in love with my best friend (Aku beruntung jatuh cinta dengan sahabatku)
Lucky to have been where I have been (Beruntung bisa berada di tempat aku berada)
Lucky to be coming home again (Beruntung bisa kembali pulang ke rumah lagi)
Lucky we're in love every way (beruntung kita jatuh cinta di segala hal)
Lucky to have stayed where we have stayed (Beruntung bisa tinggal dimana kita tinggal)
Lucky to be coming home someday (Beruntung bisa pulang suatu hari nanti)
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh oohOoooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisi dari Soe Hok Gie



Mandalawangi Pangrango



Senja ini, ketika matahari turun
Ke dalam jurang-jurangmu

Aku datang kembali

Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna

Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan

Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi

Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan

Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian,

Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah, dan hadapilah”

Dan antara ransel-ransel kosong

Dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas-batas hutanmu

Aku cinta padamu Pangrango

Karena aku cinta pada keberanian hidup

Djakarta 19-7-1966

Soe Hok Gie

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

F.T Island – Even If It’s Not Necessary


꼭은 아니더라도 
Ggok-eun a-ni-deo-ra-do
아주 우연히 라도
A-ju u-yeon-hi ra-do
문득 스치듯 떠오를까요
Mun-deuk seu-chi-deut ddeo-o-reul-gga-yo
많이 모자라지만 
Manh-i mo-ja-ra-ji-man
잠시라도 그댈 웃게 했던 
Jam-shi-ra-do geu-dael ut-ge haett-deon na
서툰 사랑에 아파서 깨지만
Seo-tun sa-rang-e a-pa-seo ggae-ji-man
좋은 기억이 있었다면
Joh-eun gi-eok-i iss-eott-da-myeon
 번쯤은  오르겠죠
Han beon-jjeum-eun ddeo o-reu-gett-jyo
나를 닮은 사람 만나면 그땐 기억할까요
Na-reul dalm-eun sa-ram man-na-myeon geu-ddaen gi-eok-hal-gga-yo
나와 듣던 노래 듣는다면 기억할까요
Na-wa deud-deon nor-ae deud-neun-da-myeon gi-eok-hal-gga-yo
 이름과 같은 사람 만나면 그땐 기억할까요
Nae i-reum-gwa gat-eun sa-ram man-na-myoen geu-ddaen gi-eok-hal-gga-yo
꼭은 아니더라도  번은 나를 기억해줘요
Ggok-eun a-ni-deo-ra-do han beon-eun na-reul gi-eok-hae-jweo-yo
요즘은 어떤가요
Yo-jeum-eun eo-ddeon-ga-yo
그대 안부를 묻죠
Geu-dae an-bu-reul mud-jyo
이런  말을 듣게 된다면
I-reon nae mal-eul deud-ge doe-da-myeon

나를 잊었더라도 
Na-reul ij-eott-deo-ra-do
혹시 나를 떠올릴  있을까
Hok-shi na-reul ddeo-ol-ril su iss-eul-gga
 순간이라도 행복했다면
Han sun-gan-i-ra-do haeng-bok-haett-da-myeon
내가  이유가 된다면
Nae-ga geu i-yu-ga doen-da-myeon
 번쯤은 떠오를테죠
Han beon-jjeum-eun ddeo-o-reul-te-jyo
나를 닮은 사람 만나면 그땐 기억할까요
Na-reul dalm-eun sa-ram man-na-myeon geu-ddaen gi-eok-hal-gga-yo
나와 듣던 노래 듣는다면 기억할까요
Na-wa deud-deon no-rae deud-neun-da-myeon gi-eok-hal-gga-yo
 이름과 같은사람 만나면 그땐 기억할까요
Nae i-reum-gwa gat-eun-sa-ram man-na-myeon geu-ddaen gi-eok-hal-ogga-yo
꼭은 아니더라도  번은 기억해줘요
Ggok-eun a-ni-deo-ra-do han beon-eun gi-eok-hae-jweo-yo
나는 다르죠
Na-neun da-reu-jyo
그댈 닮은 사람 없어도 나는 그댈 기억하니까
Geu-dael dalm-eun sa-ram eobs-eo-do na-neun geu-dael gi-eok-ha-ni-gga
어디서든 무얼해도 나는 기억하니까
Eo-di-seo-deun mu-eol-hae-do na-neun gi-eok-ha-ni-gga
그대 이름 같은 사람 없어도 나는 기억하니까
Geu-dae i-reum gat-eun sa-ram eobs-eo-do na-neun gi-eok-ha-ni-gga
내가 숨쉬는 동안은 그대 기억하니까 
Nae-ga sum-swi-neun dong-an-eun geu-dae gi-eok-ha-ni-gga
Na-neun

TRANSLATION
You don’t have to but if by chance  (Kamu tidak perlu melakukannya, tapi jika ada kesempatan)
Would you remember me? (akankah kamu mengingatku ?)
I wasn’t talented but I made you laugh for a little while (Aku memang tidak berbakat, tapi aku membuatmu tertawa untuk beberapa saat)
If you were hurt from our love, (Jika kamu tersakiti oleh cinta kita)
And there were no good memories, (dan jika tidak ada kenangan yang indah)
Would you remember them at least just once? (akankah kamu mengingat kenangan itu setidaknya sekali saja ? )

Would you remember me if you meet someone like me? (Akankah kamu mengingatku jika  kamu bertemu seseoang sepertiku ?)
Would you remember me if you hear the song that we used to listen to? (Akankah kamu mengingatku jika mendengar lagu yang pernah kita dengarkan bersama ?)
would you remember me if you meet someone with the same name as me? (akankah kamu mengingatku jika bertemu  seseorang yang mempunyai nama yang sama denganku ?)
You don’t have to but please remember me at least just once (kamu tidak perlu melakukannya, tapi ingatlah aku setidaknya sekali saja)

How are you lately? (Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini ?)
I ask about you (Aku bertanya padamu)
I wonder if you could hear me (Aku ingin tahu apakah kamu bisa mendengarkanku)
If you forgot me already, could you remember me again?  (Jika kamu telah melupakanku, dapatkah kamu mengingatku kembali ?)
If you were happy for just one moment ( Jika kamu bahagia hanya untuk sebentar)
and I was the reason for that (dan aku alasannya)
Will you remember me at least just once? (Akankah kamu mengingatku setidaknya sekali saja ?)

Would you remember me if you meet someone like me? (Akankah kamu mengingatku jika  kamu bertemu seseoang sepertiku ?)
Would you remember me if you hear the song that we used to listen to? (Akankah kamu mengingatku jika mendengar lagu yang pernah kita dengarkan bersama ?)
would you remember me if you meet someone with the same name as me? (akankah kamu mengingatku jika bertemu  seseorang yang mempunyai nama yang sama denganku ?)
You don’t have to but please remember me at least just once (kamu tidak perlu melakukannya, tapi ingatlah aku setidaknya sekali saja)

I’m different (Aku berbeda)
I remember you without meeting someone like you(Aku mengingatmu tanpa harus bertemu seseorang sepertimu)
I remember you whatever you do somewhere (Aku mengingatmu tak peduli apa yang kamu lakukan disana)
I remember you without meeting someone with the same name as you (Aku mengingatmu tanpa harus bertemu seseorang yang mempunyai nama yang sama denganmu)
I remember you while I breathe (Aku mengingatmu ketika aku bernapas)
I do (Aku lakukan itu)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Filosofi Mendaki Gunung

Mendaki gunung sering dikaitkan dengan suatu kegiatan yang ekstrim dan sangat melelahkan.  Namun dibalik itu semua kegiatan tersebut mempunyai suatu makna yang sangat berarti bagi sang pelaku. Dan setiap pendaki gunung pastilah mempunyai kesan yang berbeda-beda mengenai kegiatan pendakian yang mereka lakukan. Aku pun sebagai pendaki gunung juga mempunyai kesan tersendiri saat kegiatan pendakian. Setiap melakukan pendakian, aku selau mengatur mainsetku terlebih dahulu, bahwa gunung sama dengan cita-cita yang sangat aku impikan. Dari situlah semangatku terbangun. Tapak demi tapak aku mantapkan untuk mencapai Sang Puncak yang telah

menunggu untuk dicumbu. Langkah  pertama, semangatku masih 100% penuh, dan begitu pula langkahku untuk 1 jam ke depan. Namun ketika sudah berjalan selama lebih dari 1 jam, langkah kaki ini mulai berat untuk diajak menapaki tanah basah khas hutan rimba. Dalam hidup pun begitu, kita sering kali hanya bersemangat mengejar cita-cita ketika cita-cita itu baru saja kita cetuskan. Namun saat proses pencapaian cita-cita dimulai, memang kita masih bersemangat, dan ketika sudah sampai di pertengahan jalan, apa yang terjadi ? kelelahan hebat mulai melanda, entah itu lelah batin ataupun fisik. Banyak orang yang pada titik ini memilih untuk menyerah pada cita-citanya. Tapi tidak bagi pendaki gunung sepertiku !Separuh jalan menuju puncak gunung memang sangat menguras tenaga, namun itu bukan alasan untuk menyerah.Perjalanan  masih panjang dan kaki pun harus tetap dipaksa untuk berjalan.Begitulah prinsip yang aku terapkan dalam hidupku, pantang menyerah sebelum berhasil menggapai cita. Apapun yang terjadi selama tubuh ini masih bisa diajak berkompromi, perjalanan menuju kesuksesan juga harus tetap berlanjut. Berbahagialah jika apa yang kita inginkan sudah berada digenggaman tangan.  Meskipun hidup itu berat, jangan pernah menyerah pada nasib yang kita alami saat ini. Lanjutkan perjalanan menuju puncak yang telah menanti !

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS