Selamat Datang di Dini's Corner, Blog yang dibuat oleh orang yang maniak dengan petualangan. Just enjoy my posting! Check it Out ! | Dini's Corner

.

Powered by Blogger.

FT (Five Treasure) Island Logo
RSS

F.T Island – Even If It’s Not Necessary


꼭은 아니더라도 
Ggok-eun a-ni-deo-ra-do
아주 우연히 라도
A-ju u-yeon-hi ra-do
문득 스치듯 떠오를까요
Mun-deuk seu-chi-deut ddeo-o-reul-gga-yo
많이 모자라지만 
Manh-i mo-ja-ra-ji-man
잠시라도 그댈 웃게 했던 
Jam-shi-ra-do geu-dael ut-ge haett-deon na
서툰 사랑에 아파서 깨지만
Seo-tun sa-rang-e a-pa-seo ggae-ji-man
좋은 기억이 있었다면
Joh-eun gi-eok-i iss-eott-da-myeon
 번쯤은  오르겠죠
Han beon-jjeum-eun ddeo o-reu-gett-jyo
나를 닮은 사람 만나면 그땐 기억할까요
Na-reul dalm-eun sa-ram man-na-myeon geu-ddaen gi-eok-hal-gga-yo
나와 듣던 노래 듣는다면 기억할까요
Na-wa deud-deon nor-ae deud-neun-da-myeon gi-eok-hal-gga-yo
 이름과 같은 사람 만나면 그땐 기억할까요
Nae i-reum-gwa gat-eun sa-ram man-na-myoen geu-ddaen gi-eok-hal-gga-yo
꼭은 아니더라도  번은 나를 기억해줘요
Ggok-eun a-ni-deo-ra-do han beon-eun na-reul gi-eok-hae-jweo-yo
요즘은 어떤가요
Yo-jeum-eun eo-ddeon-ga-yo
그대 안부를 묻죠
Geu-dae an-bu-reul mud-jyo
이런  말을 듣게 된다면
I-reon nae mal-eul deud-ge doe-da-myeon

나를 잊었더라도 
Na-reul ij-eott-deo-ra-do
혹시 나를 떠올릴  있을까
Hok-shi na-reul ddeo-ol-ril su iss-eul-gga
 순간이라도 행복했다면
Han sun-gan-i-ra-do haeng-bok-haett-da-myeon
내가  이유가 된다면
Nae-ga geu i-yu-ga doen-da-myeon
 번쯤은 떠오를테죠
Han beon-jjeum-eun ddeo-o-reul-te-jyo
나를 닮은 사람 만나면 그땐 기억할까요
Na-reul dalm-eun sa-ram man-na-myeon geu-ddaen gi-eok-hal-gga-yo
나와 듣던 노래 듣는다면 기억할까요
Na-wa deud-deon no-rae deud-neun-da-myeon gi-eok-hal-gga-yo
 이름과 같은사람 만나면 그땐 기억할까요
Nae i-reum-gwa gat-eun-sa-ram man-na-myeon geu-ddaen gi-eok-hal-ogga-yo
꼭은 아니더라도  번은 기억해줘요
Ggok-eun a-ni-deo-ra-do han beon-eun gi-eok-hae-jweo-yo
나는 다르죠
Na-neun da-reu-jyo
그댈 닮은 사람 없어도 나는 그댈 기억하니까
Geu-dael dalm-eun sa-ram eobs-eo-do na-neun geu-dael gi-eok-ha-ni-gga
어디서든 무얼해도 나는 기억하니까
Eo-di-seo-deun mu-eol-hae-do na-neun gi-eok-ha-ni-gga
그대 이름 같은 사람 없어도 나는 기억하니까
Geu-dae i-reum gat-eun sa-ram eobs-eo-do na-neun gi-eok-ha-ni-gga
내가 숨쉬는 동안은 그대 기억하니까 
Nae-ga sum-swi-neun dong-an-eun geu-dae gi-eok-ha-ni-gga
Na-neun

TRANSLATION
You don’t have to but if by chance  (Kamu tidak perlu melakukannya, tapi jika ada kesempatan)
Would you remember me? (akankah kamu mengingatku ?)
I wasn’t talented but I made you laugh for a little while (Aku memang tidak berbakat, tapi aku membuatmu tertawa untuk beberapa saat)
If you were hurt from our love, (Jika kamu tersakiti oleh cinta kita)
And there were no good memories, (dan jika tidak ada kenangan yang indah)
Would you remember them at least just once? (akankah kamu mengingat kenangan itu setidaknya sekali saja ? )

Would you remember me if you meet someone like me? (Akankah kamu mengingatku jika  kamu bertemu seseoang sepertiku ?)
Would you remember me if you hear the song that we used to listen to? (Akankah kamu mengingatku jika mendengar lagu yang pernah kita dengarkan bersama ?)
would you remember me if you meet someone with the same name as me? (akankah kamu mengingatku jika bertemu  seseorang yang mempunyai nama yang sama denganku ?)
You don’t have to but please remember me at least just once (kamu tidak perlu melakukannya, tapi ingatlah aku setidaknya sekali saja)

How are you lately? (Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini ?)
I ask about you (Aku bertanya padamu)
I wonder if you could hear me (Aku ingin tahu apakah kamu bisa mendengarkanku)
If you forgot me already, could you remember me again?  (Jika kamu telah melupakanku, dapatkah kamu mengingatku kembali ?)
If you were happy for just one moment ( Jika kamu bahagia hanya untuk sebentar)
and I was the reason for that (dan aku alasannya)
Will you remember me at least just once? (Akankah kamu mengingatku setidaknya sekali saja ?)

Would you remember me if you meet someone like me? (Akankah kamu mengingatku jika  kamu bertemu seseoang sepertiku ?)
Would you remember me if you hear the song that we used to listen to? (Akankah kamu mengingatku jika mendengar lagu yang pernah kita dengarkan bersama ?)
would you remember me if you meet someone with the same name as me? (akankah kamu mengingatku jika bertemu  seseorang yang mempunyai nama yang sama denganku ?)
You don’t have to but please remember me at least just once (kamu tidak perlu melakukannya, tapi ingatlah aku setidaknya sekali saja)

I’m different (Aku berbeda)
I remember you without meeting someone like you(Aku mengingatmu tanpa harus bertemu seseorang sepertimu)
I remember you whatever you do somewhere (Aku mengingatmu tak peduli apa yang kamu lakukan disana)
I remember you without meeting someone with the same name as you (Aku mengingatmu tanpa harus bertemu seseorang yang mempunyai nama yang sama denganmu)
I remember you while I breathe (Aku mengingatmu ketika aku bernapas)
I do (Aku lakukan itu)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Filosofi Mendaki Gunung

Mendaki gunung sering dikaitkan dengan suatu kegiatan yang ekstrim dan sangat melelahkan.  Namun dibalik itu semua kegiatan tersebut mempunyai suatu makna yang sangat berarti bagi sang pelaku. Dan setiap pendaki gunung pastilah mempunyai kesan yang berbeda-beda mengenai kegiatan pendakian yang mereka lakukan. Aku pun sebagai pendaki gunung juga mempunyai kesan tersendiri saat kegiatan pendakian. Setiap melakukan pendakian, aku selau mengatur mainsetku terlebih dahulu, bahwa gunung sama dengan cita-cita yang sangat aku impikan. Dari situlah semangatku terbangun. Tapak demi tapak aku mantapkan untuk mencapai Sang Puncak yang telah

menunggu untuk dicumbu. Langkah  pertama, semangatku masih 100% penuh, dan begitu pula langkahku untuk 1 jam ke depan. Namun ketika sudah berjalan selama lebih dari 1 jam, langkah kaki ini mulai berat untuk diajak menapaki tanah basah khas hutan rimba. Dalam hidup pun begitu, kita sering kali hanya bersemangat mengejar cita-cita ketika cita-cita itu baru saja kita cetuskan. Namun saat proses pencapaian cita-cita dimulai, memang kita masih bersemangat, dan ketika sudah sampai di pertengahan jalan, apa yang terjadi ? kelelahan hebat mulai melanda, entah itu lelah batin ataupun fisik. Banyak orang yang pada titik ini memilih untuk menyerah pada cita-citanya. Tapi tidak bagi pendaki gunung sepertiku !Separuh jalan menuju puncak gunung memang sangat menguras tenaga, namun itu bukan alasan untuk menyerah.Perjalanan  masih panjang dan kaki pun harus tetap dipaksa untuk berjalan.Begitulah prinsip yang aku terapkan dalam hidupku, pantang menyerah sebelum berhasil menggapai cita. Apapun yang terjadi selama tubuh ini masih bisa diajak berkompromi, perjalanan menuju kesuksesan juga harus tetap berlanjut. Berbahagialah jika apa yang kita inginkan sudah berada digenggaman tangan.  Meskipun hidup itu berat, jangan pernah menyerah pada nasib yang kita alami saat ini. Lanjutkan perjalanan menuju puncak yang telah menanti !

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku dan Pecinta Alam Bhawana Jaya






Kata orang mengikuti suatu organisasi di sekolah akan memberikan banyak manfaat bagi para pelakunya. Mereka bisa memperoleh banyak pengalaman, keahlian, teman dan pengetahuan yang tidak bisa mereka dapatkan hanya dengan duduk manis di bangku sambil mendengarkan penjelasan dari guru. Dan itu memang benar ! Itulah yang aku rasakan saat ini. Saat aku resmi menjadi siswi sekolah menengah atas, aku mencoba untuk keluar dari zona nyamanku selama ini. Zona dimana aku hanyalah seseorang yang berkutat dengan pelajaran-pelajran sekolah tanpa memikirkan aktivitas sosial di sekitarku. Tahun 2012, saat aku diterima di SMAN 3 Kota Mojokerto, aku sudah memiliki satu organisasi incaran dan aku sangat ingin bergabung dengan organisasi tersebut. Organisasi itu bernama Pecinta Alam Bhawana Jaya, suatu organisasi yang dibentuk oleh siswa/siswi SMA Negeri 3 Kota Mojokerto yang dulunya bernama SMAN 4 Kota Mojokerto mempunyai pandangan yang sama yaitu bertekad membentuk suatu wadah yang utuh sejalan dengan kode etik Pecinta Alam Indonesia , yang berada dibawah naungan SMAN 3 Kota Mojokerto. Pecinta Alam Bhawana Jaya ini dibentuk pada tanggal 26 November 1994 oleh angkatan pertama yang saat itu masih berstatus sebagai siswa SMAN 3 Kota Mojokerto.

Dan benar saja, setelah aku bergabung di organisasi ini gambaran klasik dunia dengan berbagai rutinitasnya yang membosankan menjadi berubah 180 derajat. Disini banyak sekali yang bisa aku dapatkan. Yang pertama adalah keluarga baru. Mengapa aku mengatakan para anggota Pecinta Alam Bhawana Jaya sebagai keluarga bukan sebagai teman ? karena panggilan teman saja tak cukup untuk menggambarkan rasa keterikatan batin antara aku dan mereka. Para anggota organisasi ini sangat kompak satu dengan lainnya, rasa kekeluargaan yang kental menjadi ciri khas organisasi ini karena tak ada organisasi lain di sekolahku yang bisa menandingi rasa kekeluargaan yang sudah terbentuk di organisasi ini sejak sembilan belas tahun lalu. Pecinta Alam Bhawana Jaya ini seakan memberikanku om, mas, mbak, dan adik baru. Sungguh suatu anugerah yang sangat indah.

Keluarga Bhawana Jaya

Yang kedua, aku memperoleh banyak pengalaman baru dari organiasasi ini. Saat mendaki Gunung Welirang misalnya, aku merasa setelah melakukan pendakian di gunung ini ada sesuatu yang berubah dalam diriku. Sesuatu yang bagaikan kobaran api yang sulit dipadamkan, yaitu semangatku. Sebelum mendaki gunung ini, aku adalah anggota yang dikenal memiliki kecepatan sangat lamban dalam mendaki dan menuruni gunung. Tapi di Gunung Welirang inilah semuanya berubah. Aku sadar bahwa kebiasaanku itu akan menyulitkan para anggota lain, karena itulah aku meyakinkan diriku sendiri "Kamu pasti kuat, Din." Abrakadabra ! Aku pun bisa menjadi orang nomor empat yang sampai Puncak Welirang yang memiliki ketinggian 3156 mdpl dari 15 anggota yang mengikuti kegiatan pendakian ini. Sesuatu yang membanggakan, namun dibalik itu semua 2 kali nyawaku sempat terancam dan itu terjadi di hari yang sama ! Kejadian pertama, yaitu saat aku hampir saja terperosok ke dalam kawah belerang yang panas saat detik-detik mencapai puncak. Kejadian kedua terjadi saat aku dan kawan-kawan melakukan perjalan turun menuju Pos Kop-Kopan pada malam hari, tubuhku tak mau diajak berkompromi setelah seharian diguyur hujan, alhasil aku mengalami hipotermia ringan dan sedikit membuat panik anggota-anggota lainnya. Untunglah di hari itu aku masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan sampai aku menuliskan tulisan ini. 

Puncak Gunung Welirang


Dan yang terakhir adalah aku bisa memiliki wawasan lebih jika dibandingkan dengan teman-temanku yang tidak bergabung dalam organisasi ini. Pecinta Alam Bhawana Jaya ini mengajarkanku tentang banyak hal, mulai dari pentingnya menjaga kelestarian alam, cara bertahan hidup di alam bebas, kelihaian menentukan arah dan aku pun bisa memenangi suatu lomba juga berkat organisasi ini. Bhawana Jaya membuatku mempunyai kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan (kelihatannya alasan klasik, tapi coba praktekan ! Akan sulit jika kamu tidak memiliki kesadaran yang cukup), Bhawana Jaya membuatku tau tentang tumbuhan-tumbuhan apa yang bisa dimakan di alam, cara mendapatkan air jika kekurangan persediaan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan air kencing kalau memang sudah sangat terdesak, Bhawana Jaya membuatku lihai untuk menentukan arah dengan GPS (alat yang biasanya dimiliki oleh Bapak-bapak tentara atau Polisi, GPS yang aku pakai ini juga merupakan sumbangan dari salah satu anggota senior). Dan yang terakhir adalah hadiah besar yang aku dapatkan dari salah satu lomba karya tulis karena aku berhasil menerapkan pengalaman-pengalamanku bersama organisasi ini saat mempresentasikan karya tulis bersama timku. 

Pemantapan materi GPS


Juara Lomba Karya Tulis


Sebentar, sebentar, ada satu lagi yang membuatku beruntung bisa bergabung dengan organisasi ini. Dengan bergabung dengan organisasi ini aku bisa membuat kemampuan bersosialisasiku lebih baik jika dibandingkan kehidupan terisolasiku sebelum aku mengenal organisasi ini. Aku bisa menjadi orang yang terorganisir, memiliki perencanan yang matang, dan memiliki kemampuan berdiplomasi yang cukup mumpuni. Jadi kesimpulannya, bergabung di dalam suatu organisasi yang bernama Pecinta Alam Bhawana Jaya adalah sebuah jalan indah yang telah disiapkan tuhan untukku. Bhawanaaa !!!! Jayaaaa !!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Basmi Koruptor Dengan Semangat Petani Sawah


Hidup memang tidak bisa ditebak, kadang kita bisa diatas , tapi setelah itu kita pun harus siap dijungkirkan kebawah. Hidup seseorang pun tak ada yang sempurna, karena Allah telah memberikan mereka kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yang harus kita lakukan sebagai manusia, makhluk paling sempurna diantara makhluk ciptaan Allah adalah berusaha dengan sungguh-sungguh  agar kita bisa merubah nasib kita. Setiap kenyataan hidup pun bisa membuat kita semangat dalam menjalani hari-hari, namun banyak pula yang ingin mati hanya karena tak kuat mengahadapi paitnya kenyataan hidup. Manusia itu tempat ketidakpuasan. Setiap mereka mendapatkan satu kenikmatan dari Allah, pasti dengan tamaknya mereka akan meminta permintaan lain. Mereka selalu menginginkan sesuatu yang lebih. Jadi tak usah heran jika di negri kita Indonesia banyak ditemukan tikus-tikus berdasi yang pekerjaannya menyusup ke got-got pemerintahan untuk mengais uang rakyat. Orang seperti itu adalah orang yang tak mempunyai mental untuk hidup dibawah, karena mereka selalu menginginkan posisi puncak, yang penuh dengan kenikmatan akan materi. Mereka sudah tak mempunyai hati nurani, sebab hati nuraninya telah terbakar habis oleh ketamakannya akan kehidupan duniawi. Mereka juga orang yang pemalas, tak mau bekerja keras, dan lebih mengandalkan modal licik untuk mendapatkan kekayaann yang mereka idam-idamkan. Namun ironisnya di negara kita ini, malah memelihara orang-orang jelmaan setan itu. Indonesia adalah surganya para koruptor. Kata-kata itu memang gambaran yang paling cocok dengan keadaan negri kita saat. Koruptor yang menjamur dimana-mana, pemerintah hanya melihatnya karena terlalu jijik memegang tikus-tikus berdasi itu. Tak ada aturan yang tegas untuk menghukum para bajingan negara seperti mereka. Indonesia belum berani mengasah pedang tajam untuk dihunuskan ke ulu hati para koruptor. Yang dilakukan hukum kita saat ini hanyalah memukul para koruptor itu dengan bantal. Suatu hukuman yang menggelikan ! Jadi jangan heran jika berkali-kali

koruptor itu ditangkap namun tabiat mereka tak pernah berubah. Sekarang pikirkan saja, siapa yang akan jera jika hukumannya saja tak mempunyai nilai mendidik sama sekali. Andai saja di negeri kita tercinta ini ada suatu pasal yang memuat hukuman mati untuk para koruptor, percayalah tak akan ada lagi rakyat yang harus menderita. Tak perlu ada lagi orang yang mengemis hanya untuk sesuap mati. Sebab hama yang membuat hidup mereka tak karuan sudah hilang karena telah diburu dan dimatikan.Tirulah cara petani di sawah, yang gemar berburu tikus yang telah menyebabkan panennya gagal dan kemudian membakar tikus-tikus itu sampai mati. Masalah beres, dan mereka bisa memulai menanam padi kembali tanpa harus takut akan gangguan tikus. Jika pemerintah mempunyai semangat yang sama seperti para petani tersebut, Indonesia bisa MERDEKA. Bebas dari para koruptor. Sebab, setelah mereka diburu dan dimasukkan penjara, tanpa babibu langsung dihukum mati. Terserah, entah itu harus ditembak mati, diracun atau dibakar sekalipun, yang terpenting itu pemerintah harus mencabut nyawa para iblis pengeruk harta rakyat. Memang cara ini terlalu kejam, dan terkesan kurang memiliki rasa kemanusiaan, tapi jika tak kejam mereka akan terus merajalela, dan semakin berkembang biak untuk menghabiskan uang rakyat. Dan rakyat kecil yang sudah miskin, akan semakin terpuruk. Dan merekalah yang akan mati jika para koruptor tidak segera dibasmi. 







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Panduan Jalan Menuju Puncak Mahameru



Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.
Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat izin, dengan perincian, biaya surat izin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-
Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni Ranu Pani (1 ha) dan Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.

Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.
Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Di sini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.

Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wdhus gembel.Di Ranu Kumbolo dapat didirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.
Selanjutnya memasuki hutan cemara di mana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.
Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.
Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.
Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.
Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.
Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

            
   
     

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan Hancurkan Semeru ! Patuhi Aturan Baru TNBTS !

Popularitas Gunung Semeru memang semakin melejit seiring dengan suksesnya film 5 CM yang diangkat dari novel dengan judul yang sama. Keindahan pemandangan jalur pendakian Gunung Semeru yang disajikan dalam film garapan Rizal Mantovani tersebut mampu memancing rasa penasaran khalayak ramai. Pendakian ke Gunung Semeru pun meningkat dengan drastis. Bahkan pada akhir tahun 2012 lalu jumlah pendaki ke Gunung Semeru dapat dikatakan membludak. Celakanya lagi kebanyakan pendaki yang terprovokasi film 5 CM tidak memiliki cukup pengetahuan tentang pendakian. Mereka juga rata-rata kurang memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga keaslian, keasrian, dan kelestarian Gunung Semeru.
Ranu Kumbolo Gunung Semeru
Tenda para pendaki di Ranu Kumbolo

Akibatnya tentu saja berdampak secara langsung terhadap ekosistem di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Sampah yang bertebaran di sana-sini, sabun bekas mencuci peralatan masak yang mencemari Ranu Kumbolo, para pendaki yang buang air besar sembarangan, banyaknya pendaki yang mandi di Ranu Kumbolo, aksi vandalisme, dll menjadi pemandangan yang lumrah. Keadaan ini diperparah dengan pendakian massal yang bertopeng aksi bersih-bersih. Kegiatan seperti ini pada akhirnya malah meninggalkan banyak sampah dan masalah di Gunung Semeru.
Untuk mengantisipasi kerusakan yang semakin parah, Badan Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah membuat beberapa peraturan baru. Terhitung mulai 25 Maret 2013 nanti, Pengelola TNBTS akan menutup jalur pendakian Gunung Semeru jika jumlah pendaki dalam sehari sudah mencapai 300 orang. Pembukaan kembali jalur pendakian akan dilakukan jika jumlah pendaki dalam kawasan Gunung Semeru tidak lebih dari 100 orang.

Selain itu Badang Pengelola TNBTS juga melarang segala kegiatan yang dapat merusak ekosistem TNBTS, seperti:


  • rally motor cross/trail
  • rally/pawai kendaraan roda empat
  • lomba lintas alam di jalur pendakian Gunung Semeru
  • lomba lintas alam di kawasan kaldera Tengger (savana dan lautan pasir) dengan jumlah peserta lebih dari 200 orang
pendakian massal dengan jumlah peserta lebih dari 50 orang karena hanya akan mengurangi jatah pendaki umum

Mungkin dengan cara itulah, ekosistem Gunung Semeru bisa diperbaiki. Karena jika bukan kita yang peduli dengan keadaan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, lantas siapa lagi yang akan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh spesies kita. Manusia yang merusak, manusia pula yang haru memperbaikinya. Itu adalah rumus untuk mengembalikan bumi ke keadaan yang lebih baik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS